Jl. Raya Wisma Tropodo, Tropodo Kulon, Kec. Waru-Sidoarjo
Setup Ulang Speaker Gereja
Jumat, Tgl 29 November 2024 … mulai pk.13.00 WIB dilakukan setting ulang speaker di dalam gereja. Karena suaranya menjadi tidak maksimal kembali dan kembali tak terdengar jelas suara vokal di bagian belakang gereja.
Setup ini dilakukan oleh vendor SIS dari Blitar, yang juga merupakan vendor setting speaker utk keuskupan dan seminari Garum.
Setup speaker sebenarnya telah dilakukan 6 bulan yang lalu … oleh vendor yang sama, namun karena kebutuhan penambahan speaker kontrol di panti koor, dan sepasang speaker tambahan di baris paling belakang. Maka dilakukan penambahan secara manual tanpa setup secara digital pada Oktober 2024, yang mengakibatkan kualitas suara menurun sehingga diputuskan pada tgl 29 November 2024 untuk memanggil vendor SIS utk mensetup ulang secara digital dan menggunakan software dan microphone khusus, karena setup ulang secara manual tetap tidak bisa menghasilkan kualitas yang lebih baik … suara tetap redup di baris belakang, dan seperti ada dengung dan feedback.
Pertama, Setup Speaker Management
Setup dimulai dengan menghubungkan keluaran dari mixer ke alat kecil berwarna merah yang ada di samping laptop yang dibawa oleh vendor.
Di laptop dijalankan software khusus utk melihat kondisi sebaran frekuensi suara sesuai karakteristik gedung dan karakteristik hardware yang ada (kondisi mixer, amplifier dan speaker itu sendiri)
Tujuan utama konfigurasi adalah semua speaker menghasilkan suara yang seragam dari semua titik di dalam gedung gereja, tanpa dengung dan denging feedback microphone.
Proses identifikasi per speaker menggunakan microphone khusus yang didekatkan ke setiap speaker yang ada dalam ruangan gereja … seperti gambar di samping.
Speaker baris ke-4 harus dilepas karena channel perangkat speaker manajemen hanya tersedia utk 3 pasang speaker (atau 6 channel saja).
Speakernya tidak dilepas, tetapi hanya amplifiernya saja yang dilepas. (Saat ini, amplifier tersebut yang boleh dibilang baru, diletakkan di ruang mulmed sakristi).
Menggunakan speaker baris ke-4 tanpa speaker management akan mengakibatkan interferensi yang menghasilkan suara yang tidak maksimal.
Pertanyaan : lalu bagaimana kualitas suara di baris paling belakang
Jawab dari vendor : Dengan setup digital speaker management, dan memaksimalkan proses digital suara speaker (disesuaikan dengan umur speaker memang telah cukup tua), serta meningkatkan power amplifier (juga disesuaikan dengan umur speaker sesuai hasil identifikasi software) maka gereja SS cukup menggunakan 3 pasang speaker.
Mengurangi Speaker Kontrol di Panti Koor
Selain menghilangkan speaker baris ke-4, speaker kontrol yang tadinya diberi 2, juga dilepas satu. Dari ditempelkan ke dinding, lalu dipindahkan ke lantai dengan posisi tidur.
Posisi diatur seperti ini, karena posisi tidur adalah posisi ideal utk speaker kontrol. Bentuk prisma dari box speaker memang didesain dengan maksud khusus, yaitu mengurangi interferensi dan feedback pantulan suara.
Setelah speaker dekat organis dilepas dan ditaruh di lantai, maka bracket di dinding dekat organis dilepas dan ditaruh di ruang audio balpar 1. Sedangkan speaker di sisi timur, di dinding dekat pintu keluar utara, dilepas dan ditaruh sebagai speaker monitor di ruang sakristi, sementara itu bekas bracket (untuk sementara) masih dibiarkan di sana.
Membalik Polaritas Speaker Baris ke-3
Saat proses identifikasi berlangsung, ditemukan bahwa speaker baris ke-3 ternyata memiliki polaritas terbalik antara kanal kiri dan kanal kanan … sehingga hasil suara di baris ini menghasilkan suara yang saling meniadakan satu dengan yang lain.
Jadi inilah sebenarnya penyebab baris belakang tidak terdengar suara atau suara tidak jelas.
Proses interferensi jenis ini, sulit terdeteksi dengan telinga, harus menggunakan alat untuk menemukan pola interferensinya.
Untungnya dengan menggunakan perangkat speaker management yang sudah dimiliki … channel baris ke-3 bisa disesuaikan polaritasnya, cukup dengan menekan satu tombol untuk membalik polaritas.
Bagaimana bisa terjadi polaritas terbalik? Sepertinya saat menancapkan kembali kabel2 di belakang amplifier, membuat polaritas terbalik … terbalik menancapkan antara kabel + (merah) dan kabel – (hitam).
Maka BAGI SIAPA PUN YANG MEMELIHARA AMPLIFIERDAN SPEAKER, PERLU UNTUK MEMPERHATIKAN POLARITAS KABEL, dan PERLU LABEL YANG JELAS UTK KABEL-KABEL DI BAGIAN bELAKANG AMPLIFIER AGAR DI KEMUDIAN HARI TIDAK LUPA DAN MEMBUAT POLARITAS TERBALIK.
Setup Speaker Kontrol
Setup terakhir adalah setup untuk semua speaker kontrol.
Speaker kontrol di-drive menggunakan amplifier merek Phaselab khusus yang memiliki 4 channel, sehingga bisa digunakan untuk menjalankan 2 pasang speaker kontrol.
1 pasang speaker kontrol diletakkan di panti imam menghadap romo.
1 pasang kanal dipakai untuk 2 tempat, yaitu kanal kanan digunakan untuk mendorong speaker kontrol yang diletakkan di panti koor, dan kanal kiri digunakan untuk speaker kontrol yang diletakkan di sakristi, untuk kontrol Koster gereja.
Karena kanal speaker manajemen tidak lagi memiliki kanal untuk mengatur speaker-speaker kontrol tersebut, maka jalur speaker kontrol diatur pola frekuensinya menggunakan equalizer lama yang 6 bulan lalu dicopot dari konfigurasi.
Hasilnya menjadi lebih baik dari konfigurasi 6 bulan lalu. Suara menjadi jernih dan jelas, terutama di panti imam dan di panti koor yang dulu tidak bisa mendengar dengan jelas.
Mencoba Konfigurasi Speaker dan Amplifier yang baru
Setelah setting amplifier dan speaker selesai … dilakukan percobaan dengan menggunakan lagu yang diputar melalui satu channel yang tidak terpakai di mixer.
Hasilnya memang jauh lebih baik dan interferensi suara tidak ada lagi, suara terdengar jelas dari posisi mana pun.
Tanda suara terdengar baik, adalah bila kita (dengan mata melihat ke lantai atau memandang tabernakel) berjalan lurus dari belakang gereja sampai ke depan altar panti imam, tidak ada degradasi dan perubahan suara apa pun. Demikian juga bila berjalan di lorong-lorong yg lain, suara terdengar seragam dan seperti muncul dari arah altar … maka bisa dinyatakan proses setup speaker selesai.
Saat percobaan ini juga ditemukan bahwa baris2 di sayap utara dan selatan, terutama sisi terluar, suara terdengar baik, tetapi tidak semaksimal seperti di baris2 tengah … maka arah speaker di tiang2 diubah, yang tadinya berposisi sekitar 60 derajad dari dinding tiang, mengarah ke sisi tengah gereja … menjadi 80 derajad (hampir tegak lurus dengan dinding tiang).
Dengan selesainya setting ini … bisa dinyatakan hasil setup speaker dan amplifier dengan konfigurasi baru adalah baik.
Setup Mikrofon
Fase kedua … adalah setup semua mikrofon yang ada di dalam gereja.
Setiap mikrofon yang ada, dicoba satu demi satu dengan mendoakan doa Salam Maria secara berulang-ulang, sampai ditemukan konfigurasi yang pas di mixer sesuai karakteristik setiap mikrofon.
Posisi mulut dengan mikrofon diset berjarak sekitar 5-10 cm (lihat gambar). Dengan volume suara berbicara biasa, maka diusahakan hasil suara yang lantang dan terdengar jelas di semua speaker yang ada.
Konfigurasi jarak 5-10 cm ini memang menjadi masalah dengan panti koor, karena jarak mikrofon dengan mulut menjadi jauh, maka gain, comp, dan volume mixer di pengontrol kanal2 koor, harus diset semaksimal mungkin untuk memungkinkan tangkapan suara mikrofon tetap terdengar cukup keras.
Setelah percobaan berulang-ulang, akhirnya selesailah proses setting ulang speaker dan mikrofon dalam gedung gereja pada pk.16.00 WIB.
Rekam Jejak Setting Standard Mixer
Rekam jejak untuk setting di kanal Koor.
Ada 8 kanal yang digunakan, no.1 hingga no.8
Saat ini kanal no.6 tidak ada mikrofonnya, maka tidak disetting.
Rekam jejak setting untuk kanal Dirigen (no.9), Wireless A (no.10) dan Wireless B (no.11)
Setting Posisi untuk Mic Altar (no.21), Mimbar Imam (no.22), dan Mimbar Sabda (no.23)
Kemudian 2 kanal berikutnya adalah untuk Organ (no.25) dan Input suara dari ruang streaming (no.26).
Setting mixer diatas TIDAK BOLEH diubah kecuali bagian volume dan tombol mute on-off (kotak hijau di gambar di bawah ini)
CATATAN:
Meskipun tombol volume boleh diubah-ubah … NAMUN Bila volume di kanal mana pun diubah … hendaknya posisi tombol volume di kanal tersebut, dikembalikan ke asalnya, sesuai spesifikasi ini.
Rekam Jejak Setting Equalizer
Karena hanya menggunakan 1 kanal untuk seluruh speaker kontrol. Maka hanya digunakan kanal B dari Equalizer.
Posisi gain, process, range, dan HPF mengikuti status yang ditetapkan di gambar di samping.
Setting untuk channel 20Hz hingga 500Hz (low-middle)
setting untuk channel 500Hz hingga 20KHz (middle-high)
Rekam Jejak Setting Amplifier
setting untuk amplifier Phaselab yang mendrive semua speaker control
Ch.1 untuk speaker kontrol panti koor
Ch.2 untuk speaker kontrol sakristi
Ch.3 dan Ch.4 untuk 2 speaker kontrol panti imam
Setting untuk amplifier di speaker ruang gereja.
Semua mendrive pada kekuatan yang sama yaitu di posisi 90 derajad ke arah kanan dari posisi tengah …
Semoga semangat pewartaan dapat makin baik, dengan membaiknya kualitas suara dalam gereja …
Demikian pula dengan adanya dokumen ini, maka pemeliharaan setting speaker bisa dilakukan oleh siapa saja yang memiliki kewenangan untuk memelihara sarana prasarana sound system.